Tips saat mobil terendam air
![]() |
Banjir tinggi diramalkan akan terjadi di beberapa tempat menyusul musim hujan yang semakin besar intensitasnya. Tentu menjadi kabar buruk bagi anda pengendara mobil yang terlanjur terjebak dalam situasi yang sangat tidak mengenakan ini. Terendam air tinggi tentu menimbulkan beberapa persoalan yang akan berdampak cukup serius pada mobil anda. Berikut beberapa tips dan trik yang bisa anda lakukan ketika kendaraan anda terendam air (setidaknya sepertiga dari keseluruhan badan mobil).
1. Begitu diketahui mobil terendam dengan ketinggian air yang dapat menjangkau komponen-komponen elektriknya, sebaiknya kabel aki (+) segera dilepas. Tujuannya untuk menghindari terjadinya hubungan singkat dari komponen elektronik akibat terendam air.
2. Lepaskan rem tangan, masukkan perseneling ke gigi satu atau ganjal roda. Tujuannya untuk menghindari melekatnya kanvas rem ke brake drum yang umumnya terjadi pada saat mobil sudah tidak terendam, atau saat kanvas rem sudah mengering.
3. Apabila hendak memindahkan kendaraan jangan sekali-sekali mencoba menstaternya. Jika ini dilakukan bisa menyebabkan hubungan singkat pada sistem kelistrikan atau bahkan bisa terjadiwater hammer, apabila ketinggian air sudah memungkinkan terhisapnya air melalui lubang asupan udara untuk mesin. Air yang terhisap sampai ke dalam ruang bakar pada saat usaha ranking akan menyebabkan bengkoknya connecting rod, atau patahnya crank shaft. Hal itu terjadi pada saat langkah kompresi di tiap silinder.
4. Periksa apakah oli mesin sudah tercampur dengan air, melalui dipstick
(tangkai pengukur ketinggian oli). Apakah oli masih berwarna murni oli,
hitam pekat atau sudah bercampur air, menjadi kecokelatan bercampur
putih? Kalau hal ini terjadi batalkan usaha menyalakan mesin, karena
itu akan mempercepat keausan mesin akibat lubrikasi yang tidak
sempurna. Selain itu, ganti oli mesin dan saringannya. Periksa juga oli
perseneling dan gardan karena kemungkinan besar itu sudah kemasukan air
juga.
Periksa apakah tangki bensin juga sudah kemasukan air, tap
bagian bawah tangki agar air bisa terbuang keluar. Air akan berada di
bagian bawah tangki karena berat jenis air lebih berat dari BBM.
5. Keringkan busi, saluran angin, saringan angin, karburator, coil, delco, alternator, dynamo starter, V-belt, dan seluruh sistem kabel. Bantuan berupa dengan tiupan angin akan lebih sempurna lagi apabila setelah ditiup didiamkan untuk pengeringan selama kurang lebih 24 jam sebelum usaha starter.
7. Jalankan kendaraan perlahan, dengarkan apakah ada suara yang tidak normal dari mesin atau komponen lainnya. Injak rem bersamaan dengan menekan pedal gas sebagai usaha untuk mempercepat pengeringan sistem rem.
8. Periksa fungsi-fungsi lain seperti lampu-lampu, wiper, klakson, dan sebagainya. Komponen interior, seperti door trim, floor carpet, dan jok yang basah harus dikeluarkan, dicuci dengan air bersih dan dikeringkan. Pengeringan di dalam mobil tidak akan terjadi dengan sempurna. Selain itu, terjebaknya air kotor dalam kendaraan akan menimbulkan bau tak sedap serta mempercepat proses karat pada bodi kendaraan.
9. Percuma dilakukan sendiri apabila mesin kendaraan memakai sistem EFI (Electronic Fuel Injection). Sebaiknya, kendaraan ditarik ke bengkel karena kemungkinan ECU (Electronic Control Unit) sudah mengalami kerusakan. Hal ini hanya bisa dideteksi dengan analyzer yang dimiliki oleh authorized workshop dari masing-masing merek.
(source : gatot irawan/Sinar Harapan)
